22 December 2025, 15:10

Bus PO Cahaya Trans Terguling di Exit Tol Krapyak Semarang, 16 Orang Tewas; Polisi Sebut 4 Korban dari Bogor

Kecelakaan maut melibatkan bus PO Cahaya Trans terjadi di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Jalan Tol Dalam Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (22/12/2025).

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,853
Bus PO Cahaya Trans Terguling di Exit Tol Krapyak Semarang, 16 Orang Tewas; Polisi Sebut 4 Korban dari Bogor
Foto: Keluarga korban saat mendatangi posko keluarga korban meninggal di RSUP Dr Kariadi, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Senin (22/12/2025). (Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng)

Perspektif.co.id - Kecelakaan maut melibatkan bus PO Cahaya Trans terjadi di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Jalan Tol Dalam Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (22/12/2025) dini hari. Bus dilaporkan melaju tak terkendali sebelum menghantam pembatas/pagar jalan dan kemudian terguling di area simpang susun. 

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo menyampaikan jumlah korban meninggal dalam insiden tersebut mencapai 16 orang, sementara delapan korban lainnya mengalami luka-luka. Pernyataan itu disampaikan saat Kapolda mendatangi RSUP Dr Kariadi, Semarang. 

“Kecelakaan bus mengakibatkan korban 16 meninggal dunia, kemudian 8 luka. Saat ini korban meninggal dunia disemayamkan di RSUP Dr Kariadi dan di Rumah Sakit Tugu,” ujar Irjen Ribut. 

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 00.45 WIB. Dalam keterangan awal, polisi menyebut bus melaju dan menabrak pagar pembatas di Simpang Susun Krapyak.

Proses identifikasi korban meninggal dilakukan oleh tim DVI Bidokkes Polda Jawa Tengah di kamar jenazah rumah sakit. Sementara korban luka disebut ditangani di sejumlah fasilitas kesehatan di Semarang. 

DetikNews juga melaporkan aparat membuka data asal sejumlah korban, termasuk disebut adanya korban yang berasal dari wilayah Bogor. Dalam laporan tersebut, polisi menyatakan ada empat korban yang tercatat sebagai warga Bogor.

Terkait rute perjalanan, detikJateng menyebut bus sedang menempuh perjalanan dari Bogor menuju Yogyakarta. Polisi juga menyatakan pengemudi yang mengemudikan bus saat kejadian merupakan sopir cadangan. 

Di sisi lain, informasi jumlah korban sempat muncul bervariasi pada awal pelaporan. Dalam artikel identitas korban, tercantum kalimat pembuka yang menyebut 18 korban tewas, namun pada bagian keterangan Kapolda disebut 16 penumpang meninggal dan korban luka dirawat. Perkembangan data korban pada kasus kecelakaan besar seperti ini kerap berubah seiring verifikasi rumah sakit dan DVI; pernyataan Kapolda di RSUP Dr Kariadi menyebut angka 16 meninggal dan 8 luka.

Kepolisian menyatakan penyebab kecelakaan masih didalami. Kapolda menyebut dugaan awal mengarah pada kecelakaan tunggal, dan pihaknya akan melakukan tes untuk memastikan apakah sopir terpapar zat terlarang. (detiknews)

Sejumlah keluarga korban tampak mendatangi posko dan rumah sakit untuk mencari informasi anggota keluarga mereka. Situasi ini memperlihatkan beban sosial yang langsung muncul setelah kecelakaan: mulai dari proses identifikasi, pemulasaraan, hingga pemulangan jenazah ke daerah asal. (detiknews)

Catatan penting: karena alasan privasi dan rasa hormat kepada keluarga korban, aku tidak menuliskan ulang daftar nama/identitas lengkap korban di sini. Informasi identitas resmi tetap bisa merujuk pada rilis kepolisian dan pemberitaan sumber yang kamu sertakan.

Berita Terkait