Perspektif.co.id - Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis pada perdagangan Kamis pagi di Jakarta. Rupiah turun 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp16.695 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.694 per dolar AS.
Pergerakan hari ini terjadi setelah rupiah sempat menguat pada awal perdagangan Rabu, ketika kurs naik 26 poin atau 0,16 persen ke Rp16.665 per dolar AS dari Rp16.691 per dolar AS. Namun menjelang penutupan Rabu sore, rupiah kembali tergelincir 3 poin atau 0,02 persen dan ditutup di Rp16.694 per dolar AS.
Sementara itu, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga tercatat melemah ke Rp16.698 per dolar AS dibanding hari sebelumnya Rp16.693 per dolar AS.
Pelemahan tipis rupiah seperti ini umumnya dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik. Dari global, arah dolar AS sering menguat ketika pelaku pasar kembali masuk mode hati-hati, misalnya karena pergerakan imbal hasil obligasi AS (US Treasury), penguatan indeks dolar, atau penyesuaian ekspektasi suku bunga bank sentral AS.
Dari domestik, kebutuhan dolar untuk pembayaran impor, repatriasi dividen, hingga permintaan valas korporasi di akhir tahun juga bisa menahan penguatan rupiah meski pergerakannya hari ini masih sangat terbatas.
Ke depan, pelaku pasar biasanya mencermati apakah rupiah mampu bertahan stabil di kisaran saat ini atau kembali menguji level yang lebih kuat, seiring sentimen pasar global dan arus transaksi valas di dalam negeri.***