IHSG Diramal “Layu” Jumat Ini, Analis Wanti-wanti Koreksi Bisa Tembus 8.464—Worst Case ke 8.000-an
(IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Jumat (19/12/2025) seiring meningkatnya peluang koreksi jangka pendek menjelang akhir pekan.
25 artikel dengan tag ini
(IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Jumat (19/12/2025) seiring meningkatnya peluang koreksi jangka pendek menjelang akhir pekan.
BMRI bagi dividen interim Rp100 per saham, asing borong ratusan miliar, sinyal fundamental kuat saat IHSG rawan koreksi. Ini peluang dan risikonya terbaru.
IHSG diproyeksi rawan koreksi menguji 8.464–8.560. MNC Sekuritas buka skenario terburuk ke 8.000-an dan rekomendasi empat saham hari ini.
IHSG naik 0,32% sepekan dan hampir menyentuh rekor. Asing borong DEWA Rp728 miliar, tapi net sell BBRI Rp1 triliun
IHSG berpeluang menguat pada Senin (15/12/2025) setelah bertahan di demand zone 8.612. Simak proyeksi range 8.600–8.700 serta saham yang direkomendasikan.
OJK mengungkap progres aturan ETF emas yang ditargetkan terbit 2026, realisasi penghimpunan dana pasar modal 2025 yang melampaui target.
Aliran dana asing Rp2,49 triliun masuk ke IHSG awal Desember 2025, dipimpin MORA, BMRI, FILM, dan ASII. Simak daftar lengkap saham yang diborong asing.
IHSG ditutup melemah, namun secara mingguan masih mencatat kenaikan positif. Investor asing juga membukukan net buy hampir Rp2 Triliun.
IHSG terkoreksi namun analis MNC Sekuritas menilai indeks masih berpotensi menguat. Berikut rekomendasi saham AGII, ICBP, MBMA, dan SSIA lengkap dengan level.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di teritori negatif pada sesi I perdagangan Selasa (25/11/2025).
IHSG mencatat kenaikan pada perdagangan hari ini, memicu sejumlah saham masuk daftar top gainers. Pergerakan ini menjadi sorotan investor.
IHSG anjlok 0,65% ke 8.361 akibat tekanan global dan domestik. Simak analisis lengkap pergerakan pasar serta 5 saham yang masih menarik untuk dipantau.