Perspektif.co.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Jumat (19/12/2025) seiring meningkatnya peluang koreksi jangka pendek menjelang akhir pekan. Sejumlah analis teknikal menilai indeks rawan melanjutkan tekanan jual setelah penutupan sehari sebelumnya berada di zona merah.
Pada perdagangan Kamis (18/12/2025), IHSG ditutup di level 8.618, melemah 59,14 poin atau turun 0,68% dari sesi sebelumnya. Mengutip data RTI Infokom, nilai transaksi pasar mencapai Rp23,75 triliun dengan volume perdagangan 37,94 miliar saham. Pada penutupan tersebut, 252 saham menguat, 411 saham melemah, dan 138 saham stagnan—menggambarkan pelemahan yang relatif meluas.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memprediksi IHSG sedang memasuki fase koreksi jangka pendek, dengan potensi pelemahan untuk menguji area 8.464–8.560 guna menutup gap tipis. Ia juga mengingatkan adanya skenario terburuk jika tekanan jual membesar dan koreksi berlanjut lebih dalam hingga area 8.000-an. “Kami memperkirakan IHSG berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5, sehingga rawan terkoreksi ke 8.464–8.560, dengan risiko terburuk ke area 8.000-an,” ujar Herditya dalam riset hariannya. (Indo Premier)
Dengan sentimen tersebut, Herditya memetakan level support IHSG hari ini di 8.553 dan 8.493, sementara level resistance berada di 8.714 dan 8.821. Dalam catatan riset yang sama, ia juga mencantumkan saham-saham yang masuk radar pantauan, yakni BKSL, BMRI, KLBF, dan PYFA.
Sejalan, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG berpeluang melanjutkan koreksi menuju 8.550 atau bahkan turun di bawah 8.493 apabila level support 8.584 ditembus. Namun ia menekankan konsolidasi masih mungkin terjaga selama indeks tetap bertahan di atas area tersebut. “IHSG kemungkinan akan melanjutkan koreksi wave iv menuju 8.550 atau bahkan di bawah 8.493 jika menembus support 8.584, tetapi dapat tetap berada dalam pola konsolidasi selama bertahan di atas 8.584,” ujar Ivan.
Ivan memperkirakan support IHSG berada di 8.584, 8.493, 8.361, dan 8.255, sementara resistance di 8.742, 8.877, dan 8.941. Ia juga memasukkan daftar saham yang dicermati untuk perdagangan hari ini, yakni INKP, ISAT, JPFA, KLBF, dan TLKM.