Perspektif.co.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (28/11/2025) dengan koreksi tipis, meski sepanjang pekan justru menguat cukup solid. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG turun 0,56% ke level 8.521,88, setelah sepanjang sesi bergerak di zona merah dengan rentang perdagangan di 8.487–8.574.
Meskipun terkoreksi pada akhir pekan, IHSG tetap membukukan kenaikan mingguan sebesar 1,12%. Aktivitas transaksi pun masih ramai, dengan total volume mencapai 57,55 miliar saham dan nilai perdagangan Rp31,26 triliun. Namun, investor asing mencatat net sell harian sebesar Rp308,05 miliar.
Praktis, tekanan jual asing di penghujung pekan tidak mengganggu tren beli bersih yang telah berlangsung selama lima hari perdagangan. Secara keseluruhan, investor asing membukukan net buy jumbo Rp1,99 triliun dalam sepekan — dorongan signifikan yang membuat IHSG tetap hijau sepanjang minggu.
Deretan saham yang paling banyak dikoleksi asing selama sepekan didominasi sektor energi, keuangan, hingga infrastruktur. Berikut daftar 10 saham dengan net buy terbesar investor asing:
- BRMS – Rp2,75 triliun
- BMRI – Rp710,39 miliar
- PTRO – Rp524,39 miliar
- BREN – Rp459,29 miliar
- FILM – Rp347,16 miliar
- RAJA – Rp306,22 miliar
- CUAN – Rp239,88 miliar
- BKSL – Rp220,53 miliar
- ENRG – Rp189,79 miliar
- ASII – Rp173,97 miliar
Dominasi pembelian asing tersebut menunjukkan minat kuat terhadap saham-saham berfundamental solid dan emiten yang masuk radar pertumbuhan jangka panjang, terutama sektor energi dan perbankan besar.
Arus dana asing ini menjadi katalis utama yang menjaga IHSG tetap reli sepanjang minggu, meski volatilitas harian masih terasa.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi global, arah kebijakan moneter negara maju, serta potensi aksi ambil untung setelah penguatan sepekan terakhir. Namun untuk sementara, arus modal asing yang kembali deras memberikan sinyal optimisme bagi pergerakan IHSG jelang pergantian bulan.***