19 December 2025, 12:44

Diborong Asing? Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp100 Langsung Naik 6% dalam Sepekan

BMRI bagi dividen interim Rp100 per saham, asing borong ratusan miliar, sinyal fundamental kuat saat IHSG rawan koreksi. Ini peluang dan risikonya terbaru.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
1,580
Diborong Asing? Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp100 Langsung Naik 6% dalam Sepekan
Pada penutupan perdagangan Kamis, 18 Desember 2025, saham BMRI naik sebesar 6.63 persen.

Perspektif.co.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memutuskan membagikan dividen interim kepada para pemegang saham. Keputusan tersebut disampaikan manajemen melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 19 Desember 2025.

Dalam keterbukaan tersebut, Bank Mandiri menetapkan dividen interim sebesar Rp100 per saham atau setara Rp9,3 triliun. Pembagian dividen ini didasarkan pada jumlah saham beredar perseroan yang mencapai sekitar 93,33 miliar saham.

Pengumuman dividen interim ini datang di tengah meningkatnya minat investor asing terhadap saham BMRI. Berdasarkan data perdagangan BEI, investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) saham Bank Mandiri sebesar Rp328,9 miliar di pasar reguler sepanjang periode 15–17 Desember 2025.

Selama periode tersebut, investor asing tercatat menyerap sekitar 974 juta saham BMRI dengan harga rata-rata pembelian di kisaran Rp4.975,2 per saham. Aksi akumulasi ini turut mendorong pergerakan harga saham Bank Mandiri.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 18 Desember 2025, saham BMRI bertengger di level Rp5.150 per saham. Posisi tersebut mencerminkan kenaikan sekitar 6,63 persen dibandingkan dengan level harga pada awal pekan.

Sejumlah pelaku pasar menilai pembagian dividen interim sering dipersepsikan sebagai sinyal positif terkait kondisi likuiditas dan permodalan perusahaan. Kebijakan ini juga dinilai mampu menjaga daya tarik saham bagi investor yang mengincar imbal hasil dividen di tengah dinamika pasar.

Di sisi lain, derasnya arus dana asing ke saham perbankan jumbo seperti Bank Mandiri kerap dikaitkan dengan karakter saham yang likuid dan berkapitalisasi besar. Saham bank-bank besar juga sering dipandang relatif defensif di tengah fluktuasi pasar, terutama menjelang akhir tahun ketika manajer investasi melakukan penyesuaian portofolio.

Meski demikian, pelaku pasar tetap diingatkan bahwa pergerakan saham tidak terlepas dari sentimen global dan dinamika pasar secara keseluruhan. Penguatan harga yang terjadi dalam waktu singkat berpotensi diikuti oleh aksi ambil untung, terutama di tengah kondisi indeks yang cenderung volatil.

Dengan kombinasi pembagian dividen interim dan akumulasi investor asing, saham BMRI kembali menjadi sorotan pasar. Namun, keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan masing-masing investor.***

Berita Terkait