27 December 2025, 13:11

6 Saham Konsumer-Ritel untuk 2026, Ini yang Perlu Investor Cermati

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan 6 saham konsumer dan ritel untuk trading di 2026: INDF, ICBP, MYOR, AMRT, MAPI, dan ACES. Ini alasannya.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
2,146
6 Saham Konsumer-Ritel untuk 2026, Ini yang Perlu Investor Cermati
Saham-sahan tersebut ibarat peta sederhana sektor konsumsi.

Perspektif.co.id – Pilarmas Investindo Sekuritas merilis deretan saham sektor konsumer dan ritel yang dinilai layak masuk watchlist investor untuk strategi trading sepanjang 2026. Ada enam emiten yang disorot: INDF, ICBP, MYOR, AMRT, MAPI, dan ACES.

Alasan utamanya, Pilarmas menilai konsumsi rumah tangga sepanjang 2025 cenderung stabil. Indikator seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang bertahan di zona optimistis dan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang masih bergerak positif dibaca sebagai sinyal bahwa daya beli relatif terjaga.

Dengan fondasi itu, Pilarmas memproyeksikan konsumsi rumah tangga pada 2026 tetap berada dalam tren positif dan berpotensi menjadi penopang utama ekonomi domestik. Artinya, sektor yang dekat dengan belanja harian masyarakat makanan, minuman, kebutuhan rumah tangga, hingga ritel modern diperkirakan masih punya ruang bergerak.

Namun, investor tetap diminta waspada. Pilarmas mengingatkan bahwa ketidakpastian global bisa menekan pertumbuhan ekonomi lewat jalur daya beli, apalagi konsumsi rumah tangga sempat melandai pada kuartal III-2025. Di titik ini, peran kebijakan pemerintah baik fiskal maupun moneter dipandang krusial agar momentum tidak patah di tengah jalan.

Dari enam saham yang direkomendasikan, INDF dan ICBP bisa dibilang mewakili benteng konsumsi. Keduanya bergerak di produk kebutuhan pokok yang relatif defensif umumnya tetap dicari meski kondisi ekonomi sedang tidak terlalu ramah. 

Berikutnya MYOR, yang kerap dipantau pelaku pasar karena kekuatan merek dan jangkauan produk konsumsi cepat (FMCG). Karakter saham seperti ini biasanya sensitif terhadap dinamika daya beli, tetapi juga punya potensi ketika konsumsi menguat karena produk-produknya menempel pada rutinitas belanja masyarakat.

Untuk jalur ritel, Pilarmas menyoroti AMRT sebagai representasi pemain ritel modern yang dekat dengan kebutuhan harian. Ketika konsumsi dijaga, format toko yang dekat rumah biasanya ikut kecipratan arus belanja harian, sekaligus menjadi barometer seberapa lancar perputaran uang di tingkat rumah tangga.

Selain ritel kebutuhan pokok, ada MAPI yang lebih lekat dengan belanja gaya hidup. Emiten ini menarik karena bisa menangkap gelombang konsumsi kelas menengah namun di saat yang sama, biasanya lebih sensitif saat daya beli melemah. Investor yang memantau MAPI umumnya akan melihat arah konsumsi masyarakat: apakah sedang berani belanja atau mulai menahan pengeluaran.

Sementara ACES masuk sebagai cerminan belanja rumah tangga untuk kebutuhan home improvement dan perlengkapan gaya hidup rumah. Saham semacam ini sering dipantau karena bisa menjadi indikator kepercayaan konsumen ketika orang mulai memperbaiki rumah, melengkapi peralatan, atau belanja barang tahan lama, biasanya ada optimisme dan ruang belanja yang lebih longgar.

Saham-sahan tersebut ibarat peta sederhana sektor konsumsi: dua defensif (makanan pokok), satu FMCG yang lekat dengan rutinitas, satu ritel harian, satu lifestyle, dan satu home living. Pilarmas menempatkannya sebagai rekomendasi trading 2026 dengan asumsi konsumsi domestik tetap menjadi mesin utama, meski pasar global masih menyimpan risiko.

Meski begitu, investor tetap perlu mengingat satu hal: rekomendasi bukan jaminan hasil. Kinerja saham tetap sangat dipengaruhi sentimen pasar, realisasi kinerja emiten, serta arah ekonomi terutama jika tekanan global membuat daya beli kembali melambat.***

Berita Terkait