Perspektif.co.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama di zona merah pada Selasa (13/1). Pergerakan indeks cenderung datar, namun tetap ditutup melemah ke level 8.884,621.
Mengacu pada data perdagangan, “IHSG sesi I ditutup turun 0,102 poin (0,00 persen) ke 8.884,621.” Meski IHSG melemah, indeks LQ45 justru menguat 0,83 persen dan berakhir di posisi 873,754.
Dari sisi pergerakan saham, pasar menunjukkan kecenderungan mixed. Tercatat 359 saham menguat, 313 saham melemah, sementara 132 saham bergerak stagnan hingga penutupan sesi siang.
Aktivitas transaksi juga ramai. Frekuensi perdagangan tercatat 2.361.375 kali, dengan volume 39,449 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 19,311 triliun.
Sejumlah saham mencatat koreksi terdalam pada sesi pertama. Victoria Care Indonesia (VICI) turun 14,93 persen ke 570, Techno9 Indonesia (NINE) turun 9,82 persen ke 294, Cipta Sarana Medika (DKHH) merosot 9,48 persen ke 105, Folago Global Nusantara (IRSX) terkoreksi 8,55 persen ke 535, dan Rukun Raharja (RAJA) melemah 7,69 persen ke 6.600.
Tekanan juga datang dari pasar valuta asing. Berdasarkan Bloomberg, nilai tukar rupiah pada siang hari melemah 0,10 persen atau turun 16,50 poin ke Rp 16.871 per dolar AS.
Sementara itu, mayoritas bursa Asia bergerak menguat. Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 3,19 persen ke 53.594,898 dan Hang Seng Hong Kong naik 1,01 persen ke 26.877,009. Namun, SSE Composite China terkoreksi tipis 0,03 persen ke 4.163,839, sedangkan Straits Times Singapura menguat 0,45 persen ke 4.788,279.