19 January 2026, 11:06

IHSG Pecah Rekor Lagi! Tembus 9.075, Analis Bocorkan Saham yang Layak Dipantau di Tengah ATH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH)

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
1,691
IHSG Pecah Rekor Lagi! Tembus 9.075, Analis Bocorkan Saham yang Layak Dipantau di Tengah ATH
Pergerakan IHSG pekan ini dipengaruhi sentimen positif meski dibayangi pelemahan rupiah. Berikut saham yang bisa dikoleksi di tengah kondisi tersebut. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Perspektif.co.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) setelah ditutup menguat 0,47 persen di level 9.075,4 pada Kamis (15/1/2026). Sepanjang sesi, IHSG sempat bergerak di rentang 9.040,99 hingga 9.100,82 yang juga menjadi rekor intraday tertinggi.

Lonjakan IHSG dibarengi aktivitas transaksi yang tetap ramai. Total nilai transaksi pada hari itu mencapai Rp28,25 triliun dengan volume 50,63 miliar saham dan frekuensi 3,37 juta kali transaksi. Pada penutupan perdagangan, rupiah juga dilaporkan melemah 0,15 persen ke level Rp16.885 per dolar AS.

Capaian rekor tersebut terjadi setelah bursa dalam sepekan sebelumnya bergerak dominan positif. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menyebut kinerja perdagangan saham pada periode 13–17 Januari 2026 ditutup menguat, selaras dengan penguatan IHSG dan kapitalisasi pasar bursa. Dalam periode itu, IHSG naik 1,68 persen ke posisi 9.075,406, sementara kapitalisasi pasar meningkat 1,29 persen dari Rp16.301 triliun menjadi Rp16.512 triliun. 

Meski kapitalisasi menguat, BEI juga mencatat perubahan pada statistik transaksi harian. Rata-rata volume transaksi harian turun 2,68 persen dari 61,79 miliar menjadi 60,13 miliar lembar saham, disertai rata-rata frekuensi transaksi harian yang turun 3,24 persen dari 3,99 juta menjadi 3,86 juta kali transaksi. Namun di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian justru meningkat 3,87 persen dari Rp31,46 triliun menjadi Rp32,68 triliun.

Dari sisi arus dana asing, BEI menyatakan investor asing pada Jumat (17/1/2026) mencatatkan beli bersih Rp947,45 miliar. Sepanjang tahun berjalan 2026, beli bersih asing tercatat mencapai Rp7,30 triliun. 

Di tengah reli menuju ATH, pelaku pasar mulai menimbang apakah laju penguatan masih berlanjut atau justru rawan koreksi terbatas. Analis memandang, ruang kenaikan IHSG masih terbuka hingga akhir Januari, namun pasar tetap sensitif terhadap kombinasi sentimen global dan tekanan nilai tukar.

Vice President Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi menilai IHSG masih berpeluang menguat sampai area 9.250–9.300 sebelum akhir bulan, tetapi volatilitas diperkirakan meningkat karena campuran sentimen dari sektor perbankan, tekstil, dan komoditas, serta risiko nilai tukar yang melemah. 

Untuk perdagangan awal pekan, analis juga menekankan pentingnya mencermati level teknikal IHSG. Oktavianus memperkirakan IHSG bergerak “mixed” dengan kecenderungan menguat terbatas, sambil memperhatikan support di area 9.000 dan resistance di sekitar 9.125.

Sementara itu, analis teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG pada sepekan ke depan masih berpotensi mengalami koreksi terbatas. Ia menempatkan area support IHSG di 8.908 dan resistance di 9.150, seraya menilai pelaku pasar akan menimbang sejumlah katalis seperti data makro global dan dinamika rupiah. “Untuk sepekan ke depan, IHSG rawan terkoreksi terbatas,” ujarnya. 

Dalam kondisi pasar yang sudah berada di puncak historis, sejumlah analis juga menyodorkan saham-saham yang dinilai menarik untuk dicermati berdasarkan pendekatan teknikal. Oktavianus merekomendasikan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan proyeksi target 4.040, serta PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dengan proyeksi target 1.000 untuk pekan ini.

Adapun Herditya menyarankan investor mencermati PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan proyeksi 22.675 dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dengan proyeksi 7.500 berdasarkan analisis teknikal, di tengah potensi koreksi terbatas IHSG. 

Dengan rekor IHSG yang kembali tercipta, analis menilai euforia perlu diimbangi disiplin manajemen risiko. Pergerakan indeks yang sudah mencetak ATH kerap memicu profit taking, sehingga pelaku pasar disarankan tetap memperhatikan level support-resistance serta perkembangan faktor eksternal, terutama arah rupiah dan sentimen global.

Catatan: informasi rekomendasi saham di atas merupakan rangkuman pandangan analis di media dan bukan ajakan membeli atau menjual. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Berita Terkait