23 December 2025, 17:35

IHSG Tersungkur ke 8.584, Mayoritas Saham Rontok—Asing Justru Kompak Hijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (23/12/2025) sore di level 8.584.

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
1,123
IHSG Tersungkur ke 8.584, Mayoritas Saham Rontok—Asing Justru Kompak Hijau
IHSG ditutup di level 8.584 pada Selasa (23/12) sore. Indeks saham melemah 61,06 poin atau minus 0,71 persen dari perdagangan sebelumnya. (Foto: ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso)

Perspektif.co.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (23/12/2025) sore di level 8.584. Posisi itu mencerminkan pelemahan 61,06 poin atau turun 0,71 persen dibanding penutupan sebelumnya, saat tekanan jual lebih dominan pada mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Mengacu data RTI Infokom, aktivitas perdagangan hari ini tergolong ramai. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp24,45 triliun dengan volume 41,48 miliar saham berpindah tangan. Dari sisi pergerakan, pasar terlihat “berat” karena jumlah emiten yang melemah lebih banyak dibanding yang menguat: 275 saham naik, 373 saham turun, dan 157 saham stagnan

“IHSG ditutup di level 8.584 pada Selasa (23/12) sore,” mengutip ringkasan penutupan yang memuat pelemahan 0,71 persen.

Tekanan juga tercermin dari kinerja sektoral. Dari total 11 indeks sektoral, tujuh sektor melemah dengan penurunan terdalam datang dari sektor properti yang terkoreksi 1,33 persen. Di sisi lain, empat sektor menguat, dipimpin sektor industri yang naik 2,32 persen, menjadi salah satu penahan agar koreksi indeks tidak lebih dalam. 

Menariknya, pelemahan IHSG terjadi ketika mayoritas bursa global justru cenderung menguat. Di Asia, indeks saham bergerak dominan di zona hijau meski penguatannya tipis di beberapa pasar. Tercatat Nikkei 225 Jepang naik 0,02 persen, Straits Times Singapura menguat 0,69 persen, dan Shanghai Composite China naik 0,07 persen, sementara Hang Seng Composite Hong Kong turun 0,11 persen.

Kondisi serupa terlihat di Eropa. Mayoritas bursa Eropa terpantau bergerak positif, dengan DAX Jerman menguat 0,08 persen dan FTSE 100 Inggris naik 0,08 persen

Wall Street juga menambah sentimen global yang cenderung positif. Bursa saham Amerika Serikat kompak hijau, tercermin dari S&P 500 yang menguat 0,64 persen, Dow Jones naik 0,47 persen, dan NASDAQ Composite bertambah 0,52 persen. Penguatan indeks AS itu ikut menopang sentimen risk-on di pasar global pada awal pekan perdagangan yang cenderung dipengaruhi suasana libur akhir tahun. 

Di tengah perbedaan arah antara IHSG dan mayoritas bursa regional-global, pelaku pasar domestik biasanya akan mencermati faktor internal seperti rotasi sektor, aksi ambil untung (profit taking) di saham-saham tertentu, hingga dinamika arus dana menjelang tutup buku dan momentum akhir tahun. Dengan komposisi pasar yang lebih banyak melemah pada sesi penutupan kali ini, fokus investor jangka pendek umumnya mengarah pada apakah tekanan jual berlanjut atau mulai mereda seiring seleksi sektor yang masih mampu menguat. 

Berita Terkait