14 December 2025, 16:27

Luhut Sentil UGM “Jangan Ijazah Melulu”, Dorong Kampus Riset Bibit Bawang Putih demi Tekan Impor

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta perguruan tinggi ikut turun tangan meningkatkan produktivitas bawang putih nasional

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
1,144
Luhut Sentil UGM “Jangan Ijazah Melulu”, Dorong Kampus Riset Bibit Bawang Putih demi Tekan Impor
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan meminta perguruan tinggi berperan aktif meningkatkan produktivitas penelitian yang mampu membantu mengembangkan perekonomian. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Perspektif.co.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta perguruan tinggi ikut turun tangan meningkatkan produktivitas bawang putih nasional lewat riset bibit unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim. Dorongan itu ia sampaikan saat berbicara dalam Solo Investment Festival di Solo, Jumat (12/12/2025).

Menurut Luhut, persoalan bawang putih tak cukup dibahas dari sisi kuantitas produksi semata. Ia menekankan kualitas bibit menjadi kunci agar hasil panen meningkat dan lebih tahan terhadap tantangan iklim. “Bicara bawang putih… tidak hanya jumlah, tapi kualitas dan adaptable terhadap perubahan iklim,” kata Luhut. 

Dalam pernyataannya, Luhut mendorong kampus-kampus di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta agar melakukan riset lebih terarah, termasuk memetakan lahan dataran tinggi yang cocok untuk budidaya bawang putih. Ia menyebut sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Diponegoro (Undip) memiliki kapasitas akademik untuk mengkaji karakter tanah di ketinggian tertentu yang dinilai ideal bagi pengembangan bibit. 

Secara khusus, Luhut juga menyinggung Universitas Gadjah Mada (UGM) agar fokus pada riset yang berdampak langsung bagi kebutuhan nasional. “UGM, jangan soal ijazah melulu aja yang diributin. Kalian bikin studi dong, di mana nih di Jawa Tengah ini tempat kita bisa menanam bawang putih,” ujarnya. 

Selain mendorong peran kampus, Luhut mengungkapkan dirinya turut melakukan riset mandiri untuk mencari varietas bawang putih baru melalui metode genome sequencing. Penelitian itu, kata Luhut, dilakukan di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara, pada ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut. Ia menyebut riset tersebut dikerjakan bersama profesor-profesor muda, dengan pembiayaan yang ia klaim berasal dari dana pribadi. 

Luhut menilai riset itu mulai menunjukkan hasil positif. Ia mengatakan prosesnya telah mendekati tahap akhir dan mengarah pada produksi bibit bawang putih dengan produktivitas lebih tinggi. “Sekarang sudah sampai pada ujung, mulai produksi jadi bibit yang yield-nya lebih tinggi,” kata Luhut. 

Ia kemudian mengaitkan urgensi riset bibit bawang putih dengan peluang menekan ketergantungan impor. Luhut menyebut nilai impor bibit bawang putih Indonesia mencapai sekitar US$770 juta atau setara Rp12,8 triliun per tahun. Menurutnya, jika impor bisa ditekan bertahap hingga separuh, penghematannya bisa signifikan. 

Di hadapan peserta acara, Luhut menegaskan arah kebijakan yang diinginkannya: riset bibit dan pemetaan lokasi tanam harus dibuat lebih serius, sehingga produktivitas meningkat dan kebutuhan impor dapat berkurang dari waktu ke waktu. Ia menilai upaya ini bisa menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus mengurangi beban devisa dari sisi perdagangan komoditas. 

Berita Terkait