16 December 2025, 12:43

Likuiditas Longgar, BBCA Catat Laba Bersih Selama 11 Bulan Sebesar Rp52,7 Triliun

BBCA mencatat laba Rp52,7 triliun hingga November 2025. Likuiditas menguat, LDR terendah setahun, namun bank masih menahan laju penyaluran kredit.

Reporter: Irfan Farhani
Editor: Redaksi Perspektif
2,976
Likuiditas Longgar, BBCA Catat Laba Bersih Selama 11 Bulan Sebesar Rp52,7 Triliun
Ilustrasi. BBCA selama 11 bulan 2025 (11M25) mencapai Rp52,7 triliun, atau setara 91%.

Perspektif.co.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan kinerja keuangan yang relatif solid hingga November 2025, meskipun laju penyaluran kredit masih terjaga secara konservatif. 

Sepanjang November 2025, laba bersih bank only BBCA tercatat sebesar Rp4,4 triliun, tumbuh 4% secara tahunan (year on year/yoy), namun turun 6% secara bulanan (month on month/MoM).

Dengan capaian tersebut, total laba bersih bank only BBCA selama 11 bulan 2025 (11M25) mencapai Rp52,7 triliun, atau setara 91% dari estimasi laba konsolidasi tahun 2025 berdasarkan konsensus pasar. Angka ini relatif sejalan dengan realisasi tahun sebelumnya, di mana laba 11M24 telah mencapai 92% dari estimasi laba setahun penuh.

Secara tahunan, pertumbuhan laba bersih BBCA pada November 2025 terutama ditopang oleh penurunan beban pajak penghasilan yang menyusut 11% yoy. 

Di sisi lain, kinerja operasional masih menghadapi tekanan, tercermin dari Pre-Provision Operating Profit (PPOP) yang turun 2% yoy, seiring pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) dan pendapatan nonbunga yang cenderung stagnan, serta kenaikan beban operasional 8% yoy.

Likuiditas Menguat, LDR Terendah dalam Setahun

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BBCA terus menunjukkan tren perbaikan. Per November 2025, DPK tumbuh 8% yoy, meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang tumbuh 7% yoy. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh dana murah atau CASA yang melonjak 11% yoy, sementara deposito berjangka masih terkontraksi 4% yoy.

Namun, di tengah derasnya arus likuiditas, BBCA masih menahan ekspansi kredit. Pertumbuhan kredit melandai dari 9% yoy pada Agustus 2025 menjadi 5% yoy per November 2025. Kondisi ini membuat rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) turun ke level 76,8%, menjadi posisi terendah dalam 12 bulan terakhir.

Manajemen BBCA terlihat lebih berhati-hati dengan mengalihkan sebagian dana ke instrumen efek dan penempatan di Bank Indonesia, ketimbang mendorong pertumbuhan kredit agresif.

Cost of Credit Membaik, Provisi Menurun

Kabar positif datang dari kualitas aset. Cost of Credit (CoC) menunjukkan tren membaik setelah sempat meningkat pada kuartal III 2025. Rata-rata CoC bulanan pada Oktober–November 2025 berada di kisaran 0,3%, lebih rendah dibandingkan 0,5% pada kuartal III dan 0,4% sepanjang sembilan bulan pertama 2025.

Penurunan CoC ini sejalan dengan panduan manajemen yang disampaikan dalam paparan kinerja kuartal III 2025. Beban provisi BBCA pada November 2025 tercatat turun 38% secara bulanan dan 20% secara tahunan, memberikan ruang bagi stabilitas profitabilitas ke depan.

Dengan likuiditas yang semakin longgar, kualitas aset yang membaik, serta posisi permodalan yang kuat, BBCA dinilai masih berada pada jalur yang sehat. 

Meski demikian, sikap hati-hati dalam penyaluran kredit menunjukkan perseroan tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian di tengah dinamika ekonomi dan permintaan kredit yang belum sepenuhnya pulih.***

Berita Terkait